Melongok Kampung 'Bule' di Garut

Generasi albino di kampung Ciburuy sudah lebih 150 tahun menghuni perkampungan di Indonesia. Foto: GoDepok.com

Kampung Ciburuy di Desa Pamalang, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan salah satu desa di Indonesia yang sebagian warganya albino. 

Kondisi ini menyebabkan Kampung Ciburuy dikenal orang sebagai kampung "bule", karena ada beberapa warganya yang berkulit putih.

Baca juga: Menyingkap Kehidupan Kampung Janda di Bogor

Penduduk setempat menamakan albino sebagai "Walanda Sunda" untuk menyebutkan orang yang berkulit putih sebagai ciri khas orang albino.

Salah satu warga, Ujang Nana Suryana sebagai penjaga situs Ciburuy mengatakan ia sadar bahwa leluhurnya ada yang mengalami kondisi albino. Salah satu kakek buyutnya adalah "orang kulit putih" dan turun temurun telah tinggal di desa Ciburuy selama ratusan tahun.

Ujang mengisahkan, di kampung Ciburuy sejak dahulu kala selalu ada tiga pasang warganya yang berkulit albino. Di antaranya sellau ada tiga orang perempuan dan tiga orang laki laki. Sejak dulu hingga sekarang selalu tetap ada enam orang tidak berkurang atau bertambah. Jika satu saat ada yang meninggal atau pergi dari Kampung Ciburuy, dipastikan akan ada warga yang melahirkan bayi yang berkulit albino hingga jumlahnya genap enam orang.

Baca juga: Mengenal Kampung Janda di Pasuruan

"Muhun, abdi ge rada teu ka hartos. Mung ari saur sepuh kapungkur mah, sejarahna teh kantos aya urang Walanda ngadon zaroh ka Ciburuy, teras samemeh tapa mendakan sapasang buruy (kecebong) bodas. Tos kitu, saurna mah anjeuna jangji bade ngalap elmu ka Sunda’an, tah dina waktos tapa anjeuna kenging ilapat,’ mun hayang ngalap elmu kisunda kudu nyimpen ciri di ieu kampung kucara ngantelkeun jempolna kana beuteung nu keur hamil urang kampung Ciburuy. Tah, ti harita, teras terasan dugi ka ayeuna sok aya urang dieu (Ciburuy) anu ngalahirkeun orok bule (Albino)"

“Ya, saya juga kurang ngerti. Hanya saja menurut orang tua dulu, sejarahnya, begini pernah ada seorang warga Belanda yang berziarah ke Ciburuy terus mendapatkan sepasang kecebong (Buruy) puti. Sesudah itu, konon Ia (orang Belanda) berjanji akan mendalami ilmu Kesundaan. Nah, saat dalam pertapaannya orang Belanda ini mendapatkan ilham: ‘Jika ingin mendalami ilmu Kesundaan harus menyimpan tanda di Kampung (Ciburuy) dengan cara menempelkan jempolnya ke perut ibu yang sedang hamil di kampung ini (Ciburuy). Nah sejak saat itu, selalu saja di kampung ini ada ibu yang melahirkan bayi berkulit bule (Albino),” ungkapnya.

Menurut Ujang, sejak zaman itu hingga sekarang di kampung Ciburuy selalu ada enam orang warganya yang berkulit albino. 

Ujang sendiri merupakan salah seorang kuncen atau juru kunci di Situs Ciburuy ini.

Orang albino atau Sunda Walanda memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya, silau saat terkena sinar matahari. Kemudian, warna kulit yang berubah menjadi merah ketika beranjak dewasa karena kerap terpapar matahari. Meski begitu mereka tetap pergi ke kebun untuk bertani.

Warga Desa Ciburuy di Garut Jawa Barat. Foto: ABC News


"Saya tetap berladang ke sawah meskipun sinar matahari begitu terik, saya mengakali dengan memakai topi agar tidak terlalu silau," kata Firman (40) salah satu keturunan Albino di Desa Ciburuy seperti dilansir dari abc.net.

Pekerjaan sebagai petani tembakau, sayur dan  bersawah merupakan mata pencaharian utama di Kampung Ciburuy.

Perjalanan menuju kampung Ciburuy tidaklah sulit, dari kota Garut memakan waktu kurang lebih 60 menit untuk sampai di kampung "bule" ini.


Artikel ini disusun dari berbagai sumber