Melongok Ekstrimnya Gunung Piramid

Mendaki gunung sudah menjadi salah satu aktivitas wisata yang populer, namun persiapan yang baik harus dilakukan saat akan mendaki gunung. Di Jawa Timur, ada beberapa gunung yang menjadi idola bagi pendaki, misalnya Gunung Semeru, Gunung Raung serta juga Gunung Argopuro yang memiliki jalur pendakian terpanjang se-Jawa.

Tak terkecuali pula Gunung Piramid yang terletak di wilayah bagian barat Bondowoso, tepatnya di desa Tegal Tengah, Kecamatan Curahdami. Bahkan, Gunung yang diapit diantara gunung Salak, gunung Krincing, dan gunung Saeng sempat menarik perhatian masyarakat luas setelah medan ekstrimnya menewaskan dua pendaki dalam kurun waktu setahun.

Julukan gunung Piramid disematkan lantaran puncak gunung tersebut menyerupai piramid dengan ketinggiannya sekitar 1.521 meter di atas permukaan laut (MDPL). Gunung Piramid diyakini masyarakat sebagai tempat peristirahatan Dewi Rengganis, Putri Kerajaan pada zamannya. Warga sekitar juga tidak segan untuk memperingatkan pendaki puncak piramid agar jangan mengambil apapun terutama buah agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Puncak Piramid

Puncak Piramid tidaklah luas seperti gunung-gunung lainnya. Lebarnya kurang lebih hanya 5 meter dan hanya muat untuk beberapa orang saja. Oleh karenanya, jangan pernah berpikir mendirikan tenda di puncak. Selain tidak luas, resiko lainnya yang bakal dihadapi, terutama saat hujan, adalah sambaran petir. Demikian juga jalur menuju puncak terbilang ekstrim, dengan kemiringan 45 - 80 derajat, jalur yang lebarnya tak sampai satu meter ini diapit jurang yang sangat dalam. Kondisi jalur itu semakin ekstrim akibat tekstur tanah yang licin serta mudah terjadi longsor.

Para pendaki dianjurkan melakukan perjalanan pada siang hari, karena pada malam hari memiliki resiko yang lebih besar. Selain dilakukan siang hari, pendaki juga dianjurkan membawa kebutuhan logistik yang memadai, terutama air minum karena di Gunung Piramid sangat minim sumber air. Lama pendakian menuju puncak Piramid kurang lebih sekitar 6 jam. Dari puncaknya kita bisa melihat pemandangan kota Bondowoso dari atas. 


Penulis/Editor: Agus Hermawan