Tragedi Kanjuruhan Masuk Urutan Kedua Dunia Kejadian Paling Memilukan

Gas air mata ditembakkan aparat ke suporter yang dinilai mulai anarkis di stadion Kanjuruhan Malang. Foto: ist


Tragedi mengenaskan kembali mewarnai dunia olahraga sepak bola pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Kejadian memilukan itu terjadi di Indonesia saat pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya di stadion Kanjuruhan Malang.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan ini pun masuk kejadian paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia. Bahkan dengan angka 127 orang tewas itu, tragedi ini langsung berada di urutan kedua daftar kejadian paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut empat tragedi fatal yang terjadi dalam laga sepak bola:

1. El Stadio Nacional (Peru)

Dalam laga antara timnas Peru vs Argentina (24 Mei 1964), total 328 suporter tewas akibat kepanikan ketika gas air mata ditembakkan aparat.

2. Stadion Kanjuruhan (Indonesia)

Lebih dari 120 suporter tewas usai Arema vs Persebaya di Kanjuruhan, Sabtu, 1 Oktober 2022. Mayoritas korban meninggal dunia akibat terinjak dan sesak napas saat berusaha keluar stadion untuk menghindari tembakan gas air mata.

3. Hillsborough (Inggris)

Tragedi Hillsborough terjadi saat laga antara Nottingham Forest vs Liverpool (15 April 1989) di kota Sheffield, Inggris. Kelebihan kapasitas menyebabkan salah satu bagian tribun ambruk dan menewaskan 97 suporter. 

4. Port Said (Mesir)

Pertandingan antara Al Marsy vs Al Ahli (1 Februari 2012) di Stadion Port Said Mesir berubah jadi tragedi yang menewaskan 79 orang akibat bentrok antar suporter.