Turis Protes Karena Alam Pulau Komodo Sudah Tercemar Beton


Wisata Indonesia - Proyek pembangunan di Taman Nasional Komodo (TN) ternyata mengecewakan wisatawan. Karena mereka ingin menikmati alam bukan bangunan.
Operator tur Labuan Bajo Alexander Pelung menyampaikan kekhawatiran wisatawan pada webinar Taman Nasional Komodo di Bahaya, Kamis (5/8/2021). Alex mengatakan wisatawan yang datang ingin menikmati Komodo sebagai lokasi konservasi daripada wisata mewah yang saat ini diproyeksikan pemerintah.
“Jangankan gedung-gedung yang sekarang dikerjakan pengusaha itu hanya gedung-gedung kecil, mereka heran kenapa ada gedung? Apalagi dengan gedung-gedung yang sekarang sudah begitu besar, maka begitu saya lihat master plannya nanti akan sangat merusak alam di negara Taman Kamodo itu sendiri,” ujarnya.
“Sekarang para tamu yang datang mengeluhkan keberadaan Taman Nasional dimana tuntutan mereka adalah membangun gedung yang begitu megah. Ini sangat kontras dengan Taman Nasional Komodo yang merupakan kawasan konservasi,” lanjutnya.
Menurut Alex, pengembangan wisata Jurassic Park di Pulau Rinca dan pusat kuliner di Pulau Padar dan Pulau Komodo saat ini melanggar status Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Taman Nasional Komodo adalah pusat konservasi komodo.
Berbagai upaya telah dilakukan Alex dan aktivis Manggarai Barat untuk mencegah pembangunan mega proyek di Taman Nasional Komodo. Sayangnya, keberatan mereka tidak didengar.
“Kami sudah beberapa kali menggelar demonstrasi di Manggarai Barat di Labuan Bajo atas penolakan tersebut. Apalagi sekarang dia yang melakukannya, padahal rencananya dari awal akan menggelar demonstrasi menentangnya. Sekarang pembangunan sedang berlangsung di Pulau Rinca, UNESCO hanya menanggapi. sekarang," katanya
“Banyak aktivis kita di Labuan Bajo yang pergi ke ladang untuk membuang pasak yang sudah ditanam di sana. Jadi, saya akui itu semua, saya menghargai teman-teman yang sudah bekerja keras tapi ternyata pemerintah mengabaikannya,” ujarnya.
Sebelumnya, UNESCO melalui Konvensi Komite Warisan Dunia telah mengeluarkan proposal yang berisi permintaan untuk menghentikan sementara proyek infrastruktur di Taman Nasional Komodo.
Rekomendasi tersebut tertuang dalam Keputusan World Heritage Committee yang menggelar pertemuan online pada 16-31 Juli 2021 di Fuzhou, China.
“Mendesak Negara (Indonesia) untuk menghentikan semua proyek infrastruktur pariwisata di dalam dan di sekitar properti yang berpotensi memberikan dampak nilai universal yang luar biasa sampai revisi Amdal diserahkan dan ditinjau oleh IUCN,” demikian keputusan Komite Warisan Dunia Unesco No. 44 COM 7B .93, seperti dikutip detikTravel, Minggu (1/8/2021).
Menurut UNESCO, proyek infrastruktur pariwisata, baik di dalam maupun di sekitar Taman Nasional Komodo, berpotensi berdampak negatif terhadap Nilai Universal Luar Biasa (Extraordinary Universal Value/OUV).