Kisah Pilu Dibalik Keindahan Ranu Grati

Ranu Grati


Ranu Grati adalah danau air tawar yang terletak di tepian tiga desa yakni Desa Ranu Klindungan, Sumber Dawesari dan Kalipang Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dengan luas sekitar 1085 hektar. 
Airnya yang tenang dengan warnanya hijau kebiruan, sangat memanjakan mata.
Beberapa catatan menyebutkan, Ranu Grati termasuk jenis danau vulkanik, yang terbentuk akibat letusan gunung berapi. Hal itu dipercaya karena Ranu Grati mempunyai ciri dasar sebagai danau vulkanik yaitu dasarnya sangat dalam berbentuk corong. Selain itu, kandungan mineral juga banyak ditemukan di sedimen Ranu Grati. 
Keberadaan sedimen mineral di Ranu Grati banyak menarik perhatian ilmuwan, salah satunya adalah Doktor Pirrung, M., B├╝chel, G., Schulte-Vieting, U., Scharf, B.W. & Treutler, H. Mereka telah memaparkan hasil kajiannya tentang sedimentasi di Ranu Grati di berbagai jurnal ilmiah internasional.
Panoramanya yang indah dan tenang, Ranu Grati cocok bagi sobat triper yang ingin melepas penat. Di tempat ini sobat triper juga bisa memancing ikan. Berbekal umpan lumut sungai, bila beruntung, sobat triper bisa membawa pulang Ikan Nila, Mujair atau Patin.
Namun siapa yang menyangka kalau dibalik keindahan dan ketenangan Ranu Grati pernah terjadi kejadian memilukan.
Sobat triper, yang tinggal di kawasan Ranu Grati menceritakan, pada 17 Oktober 1979, sekitar 6-7 pasukan Tank Amfibi akan menggelar latihan. 
Waktu itu, Tank Amfibi yang berjajar di tepi Barat Ranu Grati akan segera meluncur ke danau.

Baca juga: Legenda Mistis Gunung Ciremai

Konon sebelum kegiatan dilakukan, Mbah Kadun, juru kunci Ranu Grati kala itu, sudah mengingatkan agar latihan ditunda atau dibatalkan karena mendapat firasat kurang baik. 
Tapi latihan pun diteruskan. Satu per satu Tank Amfibi sudah bergerak ke arah danau untuk menyeberang. 
Awalnya, proses penyeberangan itu berjalan lancar. Hingga akhirnya, sekitar 50 meter menjelang titik pendaratan, satu Tank Amfibi kehilangan daya apung dan tenggelam ke dasar danau beserta seluruh awaknya. Kepanikan pun terjadi, dan pencarian pun segera dilakukan. Namun, upaya yang telah dilakukan berminggu-minggu, bahkan dengan mendatangkan penyelam asing,  jejak Tank Amfibi beserta 23 awaknya tak pernah ditemukan hingga kini.


Kontributor: Ahmad Romli