Legenda Mistis Gunung Ciremai

Gunung Ciremai




Secara administratif Gunung Ciremai berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat.
Selain menyimpan banyak potensi sumber daya alam Gunung Ciremai dengan posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut itu juga kisah mistis yang beredar dan melegenda masyarakat.
Berikut kisah mistis Gunung Ciremai yang dirangkum local trip dari berbagai sumber:

Singgasana Nini Pelet
Konon, Gunung Ciremai dipercaya sebagai singgasana kerajaan Nini Pelet yang merupakan siluman penghuni gunung itu.
Lantas, siapakah Nini Pelet? Dari cerita yang berkembang secara turun-temurun, Nini Pelet dulunya manusia biasa yang menguasai ilmu dari aliran hitam dan berambisi tidak ingin menjadi tua alias tetap awet muda selamanya. Untuk memenuhi ambisinya, dia berusaha merebut Kitab Mantra Asmara ciptaan Ki Buyut Mangun Tapa yang salah satu isi dari ajian dalam kitab tersebut adalah ilmu Jaran Goyang. Ilmu tersebut dikenal ampuh mengikat hati lawan jenis. Uniknya, ilmu Jaran Goyang hingga kini masih dipelajari oleh kebanyakan orang, terutama para paranormal.
Air seni tak boleh menyentuh tanah
Salah satu mitos yang berkembang soal Gunung Ciremai adalah larangan membuang air seni ke tanah. Biasanya pantangan itu diberitahu oleh juru kunci Ciremai pada para pendaki gunung tertinggi di Jawa Barat itu.
Konon, jika dilanggar akan mendapat musibah. Oleh sebab itu, banyak ditemui di dahan dan ranting pohon di jalur pendakian Gunung Ceremai digantungi plastik atau botol plastik yang berisi air seni.
Batu Lingga Keramat



Batu Lingga Keramat
Di Gunung Ciremai terdapat sejumlah pos yang memiliki aura mistis. Salah satunya adalah blok Batu Lingga. Tidak sedikit pula masyarakat sekitar yang mensakralkan tempat itu. Bahkan masyarakat kerap berpesan pada para pendaki agar tidak duduk atau berbuat yang tak senonoh di sebuah batu besar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Konon batu-batu di lokasi itu dipercaya menjadi tempat pertapaan Nini Pelet. Tak hanya itu, di batu tersebut kabarnya pernah menjadi lokasi khutbah salah seorang wali songgo.
Di dekat Batu Lingga terdapat sebuah kenangan seorang pendaki yang meninggal. Kabarnya pendaki itu meninggal secara misterius di Batu Lingga yang dipercayai dijaga oleh dua makhluk halus bernama Aki dan Nini Serentet Buntet.

Baca Juga: Nikmati Pesona Gunung Ranti

Sarang Harimau Bermata Satu
Cerita yang berkembang, di Gunung Ciremai menjadi sarang harimau bermata satu. Menurut legenda, makhluk itu merupakan tunggangan sekaligus sekutu dari Nini Pelet. Konon, harimau bermata satu itu tinggal di antara rimbunan ranting yang menyerupai goa di gunung itu. 

Injak Tanah 3 Kali Menghindari Gangguan Hantu
Menurut juru kunci Gunung Ciremai, apabila pendaki tak ingin mendapat gangguan dari makhluk halus, diharuskan menginjakan kaki ke bumi sebanyak tiga kali sembari mengucapkan salam. Ritual ini dipercaya tak akan membuat kemarahan makhluk halus yang menguasai lokasi itu pada manusia yang datang.
Kisah Nini Pelet dan Mantra ajian Jaran Goyang yang beredar sudah menjadi legenda masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Ciremai. 
Namun demikian, banyak juga orang yang tak percaya dan bahkan larangan membuang air seni di tanah kerap dilanggar. Percaya atau tidak atas legenda mistis di Gunung Ciremai, kembali pada diri masing-masing.
Terlepas dari semua mitos yang ada, keindahan Gunung Ciremai sangat menawan untuk dieksplor. Bahkan jalur pendakian Gunung Ciremai yang ekstrim, juga bakal memicu adrenalin sobat triper untuk menaklukannya. Dari puncak Ciremai, sobat triper dapat melihat Laut Jawa dan jejeran Gunung Slamet, Sumbing dan Sindoro. Sungguh pemandangan yang menawan hati terutama saat matahari terbit.

Kontributor: Sriwidodo dan Ice Handayani