Cara Landak Kawin Tanpa Menyakiti Satu Sama Lain

Landak

Landak adalah hewan pengerat (Rodentia) yang memiliki rambut yang tebal dan berbentuk duri tajam. Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika. 

Landak juga merupakan satwa terestrial, nokturnal, berpasangan atau hidup dalam kelompok keluarga.

Ada pertanyaan, bagaimana cara mereka kawin tanpa menyakiti pasangannya?

Baca juga: Roti Berbiang Air Kencing

Uldis Roze, salah seorang pengamat landak, yang juga merupakan profesor emeritus biologi di New York's Queen College, mengatakan bahwa ritual kawin Erethizon dorsatum yang tertutup bulu cukup rumit, berlarut-larut, dan lembab.

Dilansir dari laman National Geographic, Roze memaparkan, bila tiba saatnya, landak betina yang berada di pohon pilihannya akan memberi sinyal bahwa dia siap untuk berkembang biak dengan mengeluarkan zat yang tidak berbau.

Kemudian, pejantan yang tertarik dengannya akan saling bertarung di cabang-cabang pohon dan di tanah. Buat yang memenangkan pertarungan, sudah dipastikan punya hak kawin. 

Tetapi proses rayuannya tidak selesai sampai situ. Landak jantan akan menyemprot betina dengan air seni untuk menginduksi estrusnya. 

Baca juga: Mengenal Suku-suku di Papua

"Urine didorong dengan kecepatan tinggi," ungkapnya. 

Ini dilakukan beberapa tetes sekaligus dan berulang-ulang selama berjam-jam sampai sang betina memiliki mood baik untuk kawin. Setelahnya, mereka biasanya turun pohon untuk berkembang biak.

"Ketika sudah siap, betina akan melengkungkan ekor di punggungnya yang tajam sehingga bagian bawah ekornya yang bebas bulu menghadap ke atas," kata Roze. 

Sang jantan kemudian dapat mengistirahatkan cakarnya di permukaan itu saat kawin.

Kira-kira tujuh bulan kemudian, betina akan melahirkan (biasanya) satu anak yang dibungkus dengan kantung amniotik rahim. (*)


Artikel disusun dari berbagai sumber